WARGA Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ternyata bukan warga biasa. Saat orang lain cuma ngeluh di medsos, mereka justru bikin startup perikanan di tengah jalan, bukan jalanan bagus, tapi jalanan rusak mirip kubangan, di sulap jadi kolam dadakan dengan menebar ikan Lele sebanyak 40 kilogram. Wowwww.
Bukan karena kehabisan kolam, tapi karena kehabisan harapan, kaya berharap sama gebetan, ga taunya bilang, kamu baik banget, kamu sudah aku anggap kakak sendiri!!! Wahhhh.
Aksi ini jelas bukan vandalisme. Ini seni instalasi Street art versi Palas. Campuran antara dada yang sesak dan ide brilian. Kalau negara gagal kasih infrastruktur, rakyat cari cara agar jalanan tetap produktif. Siapa tau bisa panen. Lumayan, cuan dari penderitaan bisa menghasilkan. Ya gak!!.
Bayangkan saja, jika semua jalan rusak dijadikan kolam lele, bukan tidak mungkin Lampung jadi eksportir lele nomor satu dunia. Bukan cuma lele yang diekspor, tapi juga kesabaran rakyat, yang tiap hari dikikis pelan-pelan oleh janji dan anggaran yang katanya di masih kunci.
Dan yang lebih mengejutkan dari semua ini, Bupati Egi Pratama tidak marah! Tidak mengeluarkan jurus klasik pejabat. Justru beliau salut sama kreativitas warga. Mungkin dalam hati beliau mikir, “Ini bisa jadi program CSR baru, Satu Kubangan, Satu Kolam Lele.”
Namun tentu saja, Pak Egi punya alasan. Beliau bilang APBD 2025 sudah dikunci pemerintahan sebelumnya. Yaah, APBD ini memang kadang seperti mantan posesif, meski udah putus, masih ngatur-ngatur masa depan.
Tapi tenang, Pak Egi baru sebulan menjabat. Kita ngerti kok, warisan jalan rusak itu emang bukan hadiah yang menyenangkan. Tapi rakyat juga cuma pengen bisa lewat tanpa uji nyali dan ganti shockbreaker tiap minggu.
Sekarang, warga Palas gak berharap muluk-muluk. Mereka hanya ingin, kalau pun jalannya rusak, jangan sampai ikannya ikut mati tenggelam. Dan kalau perbaikan belum juga datang, mungkin saja siap-siap level up.
Tabur ikan Baung biar mewah sekalian, dan pemerintah mungkin lebih cepat ngeh, atau di ajak mepul ikan and nyeruit bareng di pinggir kobangan. Atau yang lebih fantastis lagi, jalanan jadi objek wisata baru. “Welcome to Palas Fish Highway!” atau bahasa sedehananya selamat datang di Palas jalan raya khusus ikan. Piss!!