Dark Mode Light Mode
Musik Nostalgia kembali Hidup di Era Digital
Hary Kohar Tak Pernah Berhenti Berkarya

Hary Kohar Tak Pernah Berhenti Berkarya

oppo_0

SUARA musik mengalun pelan dari sudut ruangan. Beberapa tamu mulai dari tokoh masyarakat, pejabat, sahabat lama, hingga para musisi senior Lampung tampak bercengkerama sambil menikmati hidangan yang tersaji di atas meja. Aroma pindang ikan salmon bercampur dengan tawa dan obrolan yang mengisi siang itu.

Di tengah suasana tersebut, berdiri seorang pria yang wajahnya sudah lama dikenal publik Lampung. Bukan sedang menggenggam mikrofon di atas panggung, melainkan menyambut para tamu yang datang satu per satu. Senyum dan sapanya mengiringi setiap tamu yang hadir.

Dialah Hary Kohar, musisi senior Lampung yang selama puluhan tahun dikenal melalui musik rock itu kini membuka lembaran baru dalam perjalanan hidupnya. Sabtu 30 Mei 202,  ia meresmikan Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria di Jalan Diponegoro, samping RM Begadang Resto, Bandarlampung.

Advertisement

Bagi sebagian orang, membuka usaha kuliner mungkin hanya soal bisnis. Namun bagi dirinya, tempat ini memiliki makna yang lebih dalam. Warung tersebut lahir dari keinginannya untuk terus berkarya sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.

“Warung ini kami hadirkan untuk semua kalangan. Kami ingin masyarakat bisa menikmati makanan berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun jika melihat perjalanan panjang Hary Kohar di dunia musik, warung tersebut sesungguhnya menjadi perpanjangan dari apa yang selama ini ia lakukan.

Jika dahulu ia menghibur masyarakat melalui lagu dan panggung, kini ia mencoba menghadirkan kebahagiaan melalui makanan dan ruang pertemuan. Tak heran jika suasana peresmian hari itu lebih menyerupai reuni besar dibanding sekadar pembukaan usaha kuliner.

Musisi senior, tokoh masyarakat, pelaku usaha, pejabat daerah, hingga sahabat lama datang bergantian memberikan ucapan selamat. Mereka berbincang, bernostalgia, dan menikmati suasana yang hangat. Tak sedikit yang mengenang perjalanan panjang sosoknya di dunia musik Lampung.

Pemandangan tersebut seolah menggambarkan bagaimana Hary Kohar selama ini dikenal. Bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sosok yang mampu menjalin persahabatan dengan banyak kalangan. Hubungan yang dibangunnya selama bertahun-tahun tampak hadir dalam satu ruangan pada siang itu.

Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria sendiri menawarkan berbagai menu berbahan dasar ikan. Mulai dari Pindang Salmon, Tomyam Salmon, Sop Salmon, Pepes Gurame hingga Pindang Baung. Menu-menu tersebut menjadi andalan yang disiapkan untuk memenuhi selera para pengunjung.

Pilihan menu tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, selain memiliki cita rasa khas, ikan juga dikenal sebagai sumber protein yang baik bagi kesehatan. Karena itu, ia ingin menghadirkan makanan yang lezat sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Namun ada satu hal yang membuat warung ini berbeda dari kebanyakan rumah makan lainnya. Bukan hanya soal menu atau lokasi yang strategis. Melainkan sebuah unsur yang selama ini sudah menyatu dalam kehidupannya.

Musik yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup Hary Kohar tetap mendapat tempat di sini. Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB untuk pelayanan kuliner. Setelah itu, suasana berubah menjadi lebih hidup ketika panggung musik mulai diisi para penampil.

Ketika matahari mulai turun dan senja menyelimuti kota, alunan live musik mulai terdengar. Para pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati makanan, tetapi juga dapat bersantai sambil mendengarkan lagu-lagu yang dimainkan secara langsung. Suasana hangat dan santai menjadi daya tarik tersendiri.

Konsep tersebut sengaja dihadirkan sebagai perpaduan antara dua dunia yang sangat dekat dengan kehidupan Hary Kohar, yakni kuliner dan musik. Baginya, makanan dan musik memiliki kesamaan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.

Keduanya mampu menyatukan orang-orang. Keduanya dapat menghadirkan kenangan. Dan keduanya mampu menciptakan kebahagiaan sederhana yang sering kali sulit ditemukan dalam kesibukan sehari-hari.

“Kalau dulu saya menghibur masyarakat melalui musik, sekarang saya ingin melayani masyarakat melalui kuliner. Prinsipnya sama, memberikan kebahagiaan dan menciptakan kebersamaan,” tuturnya.

Di usia yang tidak lagi muda, semangat berkarya bang Kohar (sapaan akrab para sahabat) justru tampak belum surut. Sebaliknya, ia terus mencari cara untuk tetap produktif dan dekat dengan masyarakat. Semangat itulah yang membuatnya terus melangkah dan mencoba berbagai hal baru.

Warung ini menjadi bukti bahwa kreativitas tidak selalu harus lahir di atas panggung. Kadang ia hadir dari dapur yang mengepul. Kadang muncul dari semangkuk pindang yang tersaji hangat.

Dan kadang tumbuh dari keinginan sederhana untuk menyediakan tempat bagi orang-orang agar bisa duduk bersama, berbincang, menikmati musik, lalu pulang membawa kenangan. Sebuah ruang yang mempertemukan banyak orang dalam suasana yang akrab dan bersahabat.

Bagi Hary Kohar, usia bukan alasan untuk berhenti melangkah. Dari panggung rock menuju dunia kuliner, ia menunjukkan bahwa berkarya tidak mengenal batas. Selama masih ada semangat untuk memberi manfaat, selalu ada jalan untuk terus hadir di tengah masyarakat. (*)

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Add a comment Add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Musik Nostalgia kembali Hidup di Era Digital

Advertisement